
LANGSA – Puluhan tahun budidaya ikan air tawar di Indonesia membuktikan satu hal, benih yang baik menentukan hasil panen. Prinsip itulah yang dipelajari mahasiswa Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian Universitas Samudra dalam praktikum pembenihan dan pembesaran ikan nila (Oreochromis niloticus), belum lama ini. Dalam praktikum tersebut, mahasiswa terlibat langsung dalam seluruh rangkaian produksi, dari pengelolaan induk jantan dan betina hingga diperolehnya benih ikan nila.
Ikan nila dipilih sebagai komoditas praktikum karena termasuk ikan budidaya air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan memiliki permintaan pasar yang tinggi. Bagi mahasiswa akuakultur, menguasai teknik pembenihan merupakan kompetensi dasar, sebab ketersediaan benih berkualitas sangat menentukan keberhasilan tahap pembesaran.
Pada tahap awal, para praktikan mengamati dan menangani langsung induk nila jantan dan betina yang digunakan untuk menghasilkan benih. Dengan memegang dan membandingkan induk secara langsung, mahasiswa belajar mengenali perbedaan keduanya, keterampilan penting yang menjadi dasar dalam menentukan induk yang akan dipijahkan.

Selain itu, mahasiswa berlatih mengelola wadah pemeliharaan berupa kolam terpal yang dilengkapi naungan paranet. Praktik ini memberi gambaran bahwa budidaya ikan tidak hanya soal ikan, tetapi juga pengelolaan wadah dan lingkungan pemeliharaan yang mendukung pertumbuhan dan keberhasilan pemijahan.
“Praktikum ini kami rancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori reproduksi dan pembenihan ikan, tetapi juga terampil menerapkannya langsung di lapangan. Benih yang berkualitas adalah kunci awal keberhasilan budidaya,” ujar Dr. Agus Putra AS, S.Pi., M.Si. selaku dosen pengampu].
Hasil kerja para praktikan terlihat pada tahap akhir, ketika benih nila yang dihasilkan dari induk tersebut berhasil dipanen dan ditangani. Benih-benih berukuran kecil itu ditampung dalam jaring, menjadi bukti nyata proses yang telah mereka jalani dari awal.

Mahasiswa menyampaikan “Dengan praktik langsung, kami jadi lebih paham tahapan pembenihan dan bisa melihat sendiri bagaimana induk menghasilkan benih,”
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Akuakultur menghadirkan pembelajaran berbasis praktik, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam rangkaian produksi ikan, dari induk, benih, hingga pembesaran. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terjun ke dunia usaha budidaya maupun pengembangan penelitian di bidang akuakultur.
Sumber: Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra